Membudayakan Gerakan Literasi Di SMP YPI Sukawening
Membudayakan Gerakan Literasi Di SMP YPI
Sukawening
(Rancangan Aksi Nyata Calon Guru
Penggerak)
Oleh: Deden Hamdan, S. Pd/ SMP YPI
Sukawening
a. Latar belakang
SMP
YPI Sukawening merupakan sekolah yang sudah lama berdiri di Kecamatan
sukawening, terhitung sejak tahun 1994, SMP YPI Sukawening telah turut serta
dalam menyelenggarakan pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Ratusan
alumni telah dilahirkan, serta perubahan kurikulumpun telah berkali – kali menyesuaikan.
Namun
ada satu hal yang masih kurang dalam pembelajaran di SMP YPI Sukawening, yakni
Kegiatan dan kemampuan literasi yang masih kurang. Baik siswa maupun guru
dirasa masih belum terasa dalam hal gerakan literasi, terlihat dari kurangnya
minat membaca siswa, atau menuli bagi guru, selain itu juga kemampuan siswa
dalam dalam memecahkan masalah juga masih kurang, itu karena kurangnya kemampuan
literasi bagi siswa.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia literasi
adalah Kemampuan dan keterampilan individu dalam berbahasa yang meliputi
membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat
keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itulah saya merancang
aksi nyata guru penggerak ini untuk membuat perubahan positif disekolah dalam
hal meningkatkan Literasi warga sekolah. Diharapkan dengan kegiata ini, baik
siswa maupun warga sekolah lain memiliki kesadaran dan semangat yang tinggi
dalam hal gerakan literasi sekolah agar seluruh warga sekolah mempunyai
kemampuan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari – hari teruma di masa
pandemic seperti saat ini.
b. Tujuan
Tujuan dari gerakan literasi sekolah
ini adalah:
1. Meningkatkan kesadaran dan kemampuan
warga sekolah dalam hal Literasi (Membaca, Menulis dan memecahkan masalah)
2. Menjadikan SMP YPI Sukawening sebagai
contoh sekolah literasi di kecamatan sukawening kabupaten garut
3. Membantu penanganan siswa yang buta
huruf, angka atau tidak bisa menulis (Disleksia,
Discalculia, atau Disgrafia)
c. Sasaran
Sasaran dari gerakan literasi ini
adalah:
1. Siswa
2. Warga sekolah
d. Penanggung jawab dan pelaksana program
Tentunya untuk mensukseskan kegiatan
ini, diperluakan sebuah tim yang kompak untuk melaksakan atau membudayakan
gerakan literasi disekolah, di antaranya:
1. Kepala sekolah sebagai Penanggung
jawab penuh kegiatan tersebut
2. Guru penggerak sebagai inisiator dan
pelaksana program
3. Rekan guru, tenaga administrasi dan
siswa dilibatkan dalam sebuah tim literasi sekolah
e. Program kegiatan
Ada beberapa program yang bisa
dilaksanakan dalam rangka membudayakan gerakan literasi disekolah, di antaranya
1. Program jangka panjang:
a. Menerbitkan buku yang dihasilkan oleh
siswa atau warga sekolah lain;
b. Membuat bulletin/ Website sekolah sebagai sarana informasi
dan komunikasi
c. Pameran atau Pasar Literasi sekolah
d. Memberikan penghargaan bagi penggiat
literasi disekolah
2. Program jangka pendek
a. Pembuatan Pohon Geulis (Gerakan Literasi Sekolah) disetiap kelas
b. Pembuatan papan nama untuk benda –
benda atau ruang yang ada disekolah menggunakan tiga bahasa (Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab)
c. Membuat kartu literasi bagi siswa
d. Gerakan membaca buku bersama selama
30 menit satu minggu satu kali setelah shalat dhuha
e. Gerakan membaca Al – Qurán setiap
pagi sebelum mengawali pembelajaran
f.
Membuat
kegiatan Muhadorah sebagai sarana melatih kemampuan berbicara siswa atau public speaking.
g. Membuat Majalah dinding (Mading) sekolah yang dikelolal oleh siswa
f.
Anggaran dan pembiayaan
1. Sumber anggaran:
a. Dana BOS
b. Infaq dari siswa/ orangtua.
2. Rencana pembiayaan;
Untuk rencana
pembiayaan akan dibahas lebih lanjut bersama dengan Tim literasi sekolah
g. Mekanisme dan strategi
Melakukan sebuah perubahan besar
tidak aan semudah membalikan telapak tangan, diperlukan perencanaan yang matang
serta strategi yang tepat untuk dapat mensukseskanya, menurut hemat penulis,
mekanisme dan strategi yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut:
1. Guru penggerak mensosialisasikan visi
nya berkenaan dengan perubahan positif disekolah kepada seluruh warga sekolah
2. Untuk menguatkan langkah gerak nya,
guru penggerak meminta kepada kepala sekolah untuk membuat sebuat tim literasi
untuk kemudian diberi pengesahan dalam bentuk surat keputusan.
3. Tim literasi, guru dan atau wali
kelas membuat kesepakatan dengan siswa tentang gerakan literasi yang akan
dilaksakan.
4. Seluruh warga sekolah bersama – sama
melaksanakan gerakan literasi yang telah diprogramkan dengan dipandu oleh tim
literasi sekolah.
5. Tim literasi sekolah rutin
melaksanakan pertemuan dan pembahasan program secara berkala baik dengan cara
daring maupun luring.
6. Tim literasi sekolah memberikan
laporan perkembangan secara berkala kepada kepala sekolah dan warga sekolah
lain termasuk para siswa.
h. Refleksi dan evaluasi
Untuk mengukur keberhasilan program
literasi ini diperlukan evaluasi dan refleksi yang ruti dilaksanakan secara
berkala oleh Tim Literasi dan warga sekolah, adapun yang dibutuhkan untuk
melakukan evaluasi dan refleksi ini adalah:
1. Bentuk evaluasi
2. Instrumen evaluasi
3. Teknis dan mekanisme evaluasi;
Data yang terkumpul dari evaluasi
tersebut kemudian dihimpun menjadi sebuah laporan tertulis yang akan
disampaikan khususnya kepada kepala sekolah dan umumnya seluruh warga sekolah.
Komentar