Konektifitas antara Pemikiran KHD dengan Peran dan Nilai Guru Penggerak

 

Ketika membicarakan Peran dan Nilai Guru Penggerak, tentu tidak akan lepas dari Filosopi dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Filosofi dan Pemikiran KHD dijadikan sebagai sandaran gerak dan panduan langkah bagi seorang guru penggerak untuk melaksanakan Peran dan Nilai - nilai nya. selain itu Peran dan Nilai Guru penggerak adalah kristalisasi dari pemikiran KHD. 
Pemikiran dan Filosofi KHD adalah sebuah Konsep besar dari Merdeka Belajar, untuk mensukseskan hal tersebut perlu di uraikan peran, nilai, strategi dan mekanisme nya. oleh karena itulah Peran dan Nilai Guru penggerak menjadi sangat penting untuk mencapai Merdeka Belajar sebagaimana yang dicita - citakan oleh KHD  dimana 
pembelajaran harus berpusat pada siswa yang disesuaikan dengan Kodrat zaman dan kodrat anak.

untuk mencapai hal itu, Seorang guru penggerak mempunyai Peran :

•Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya

•Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah

•Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah

•Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

•Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

 dalam melaksanakan peran nya seorang guru penggerak harus selalu memegang nilai - nilai :

•Madiri

•Reflektif

•Kolaboratif

•Inovatif

•Berpihak kepada murid.

 KHD mengibaratkan proses mendidik itu seperti Bertani, untuk menghasilkan tanaman yang bagus dan panen yang berlimpah,  seorang penani akan menjalankan peranya sebagai seorang petani untuk merencanakan, membuka lahan, merawat sampai menjaga pertumbuhan tanamanya. dia akan merencankan pertanianya yang ia sesuaikan dengan kondisi tanah dan tanaman yang akan ia tanam. hal ini sangat relevan dengan peran dan nilai guru penggerak, seorang guru harus menyesuaikan cara dia mendidik dengan kebutuhan dan kodisi anak. jika seorang guru salah dalam merencanakan pembelajar, maka hasilnya pun tidak akan maksimal seperti yang diharapkan.

 oleh sebab itulah seluruh guru harus terpanggil untuk ikut ambil bagian sebagai suksesor program Merdeka Belajar sebagaimana Filosopi dan pemikiran KHD. saya membuat perubahan dengan menjalankan peran sebagai :

•1. Fasilitator

•2. Inovator

•3. Motivator

•4. Manajer dan leader

 Seorang guru harus bisa memimpin untuk melakukan perubahan diri dan orang lain, menjadi initiator pengembangan sekolah, menjadi role model dari pembelajaran yang berpusat pada siswa dan tentunya menjadi Pemimpin untuk melejitkan segala potensi siswa.

tentunya hal itu tidak akan mudah dilakukan mengingat segala tantangan dan rintangan saat ini, perlu strategi yang matang direncakana untuk menghadapinya, di antaranya:

1. Bangkitkan kesadaran diri dan seluruh warga sekolah akan pentingnya Konsep Merdeka Belajar yang sesuai dengan pemikiran dan Filosofi KHD sebagai solusi menghadapi tantangan zaman.

2. Bangun kekuatan bersama warga sekolah dimulai dengan yang bisa kita jangkau seperti dengan sesama rekan guru, siswa, kepala sekolah dan lain - lain.

3. Buatlah program perubahan positif disekolah dimulai dari hal yang sederhana dan mudah dilakukan seperti Program 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun)

4. Lakukan refleksi dan evaluasi berkala dari program yang direncanakan

5. Perkuat persaudaraan bersama seluruh warga sekolah.

 Selain dari strategi yang matang, diperlukan juga dukungan dari berbagai pihak seperti Kepala sekolah, Orangtua dan lingkungan masyarakat untuk bersama - sama mewujudkan Program Merdeka Belajar.

 Semoga Bermanfaat

Salam dan Bahagia

#PDB

Komentar